Mengapa harus sedih punya kepribadian introvert? Padahal, semua yang bernyawa di muka bumi ini punya porsi kesempatan yang sama untuk menggapai asa.

Seketika terlihat aneh, tidak ada angin dan juga badai, terselip segelintir orang asing.Mereka yang menyendiri di tengah keramaian. Mereka yang serius di tengah kebercandaan. Mereka yang tenang di tengah ketegangan. Mereka yang berbeda di tengah keseragaman.

Itulah mereka…introvert. Saya, Ifan Andri Prastya, juga punya genetik yang sama dengan mereka. Di mana saya, adalah seorang penyendiri, serius, tenang, dan beda.

Saya hanya punya segelintir teman, dan secakup sahabat. Saya hidup di dunia yang berbeda dengan lazimnya orang kebanyakan di luar sana. Tapi…apakah saya seorang yang tak mengenal kata sukses? Tentu tidak.

Lalu…apakah saya seorang yang tak pernah dihargai oleh orang lain? Tentu tidak. Lagi…apakah saya seorang yang menyerah pada genetikal introvert? Tentu tidak.

Sahabat, dengarlah. Kita sama-sama introvert, tapi apakah kita harus selalu ‘dikucilkan’? Sekali lagi saya jawab, TENTU TIDAK!Introvert, memang minoritas. Di bumi ini, hanya ada satu dari empat orang. Wajarlah, jika introvert selalu dipojokkan dengan interupsi yang kadang menggores hati.

Untukmu, introvert. Andai punya impian tinggi, gapailah. Andai punya visi mulia, kejarlah. Andai punya kegagalan, jangan menyerah. Kenapa? Karena 5 hal berikut ini akan membuatmu berlogika, bahwa menjadi seorang introvert bukanlah halangan untukmu meraih prestasi dan mendunia!

Introvert ialah Pendengar yang Tajam

Sikap pendiam memang telah mengendap dalam tubuh ini. Tidak bisa dilepaskan. Apapun caranya.Diam, bukan berarti tanpa alasan. Diam adalah tindakan. Tindakan yang juga respon dari logika, bahwa berbicara dan berinteraksi seperlunya adalah pilihan yang tepat.

Diam, bukan berarti tanpa ada hal lain. Semestinya, introvert senang mendengarkan. Sekali lagi…senang mendengarkan. Kaum introvert sangat bisa menjadi pendengar yang baik. Pendengar bagi keaktifan bicara kaum ekstrovert. Mendengarkan sesuatu, apapun itu. Tanpa pilah-pilih, introvert selalu mendengarkan.

Mendengarkan, bukan berarti tanpa ada efek samping. Mendengarkan, ialah sosok yang paling disukai oleh semua insan. Ekstrovert butuh tempat meluapkan segala omongan ceriwisnya seperti situs Senggol4d yang memberikan banyak keuntungan. Dan introvert, ialah tempatnya. Tak jarang, siapapun yang membutuhkan tempat curhat, introvert selalu jadi pilihan.

Introvert punya sense untuk beremosi, selayaknya yang lawan bicara alami. Mereka peduli. Impact dari tindakan diam & mendengarkan? Disukai banyak orang. Sekali lagi…disukai banyak orang. Bagaimana dengan saya? That’s right! Saya disukai banyak orang.

Sebagai realitas. Tiap kali ambil sarapan di dapur, ibu kost selalu menyempatkan diri untuk berbincang. Ada rumor kelulusan, karir setelah kelulusan, informasi terkini, apapun itu. Ia selalu mengajak saya berbincang. Ia ekstrovert, aktif berbicara dan berinteraksi. Saya introvert, mendengarkan.

Introvert ialah Sahabat yang Tulus

Introvert bukan menghindar, tetapi selektif. Mereka tidak pernah ada niatan membenci orang lain. Yang ada, mereka hanya selektif memilih kerabat yang benar-benar satu visi. Tidak ada yang lain.

Sekali lagi…satu visi. Introvert sangat gemar memikirkan hal-hal yang jauh di masa depan. Mereka suka berangan-angan. Berencana, bagaimana mereka melangkah di rintangan berikutnya.

Mereka selalu merencanakan tiap detail hidupnya. Tidak ada satu hal pun yang luput. Maka dari itulah. Introvert selalu selektif dalam memilih kerabat. Mereka mengupayakan dapat berinteraksi dengan orang-orang satu visi.

Kalaupun sudah dapat, introvert akan mengabadikannya. Mereka akan menghargai tiap perilaku sahabat-sahabatnya. Mereka berusaha menjalin persahabatan tanpa ada unsur apapun, selain ketulusan.

Ya…introvert adalah sahabat yang tulus. Introvert akan benar-benar peduli pada sahabatnya. Apapun itu, mereka bakal tetap menjaga keutuhan persahabatan yang telah dijalin.

Kendati punya sedikit sahabat, justru itu yang membuat introvert berusaha. Berusaha untuk menjaga persahabatan sampai kapanpun. Saya sendiri, sudah menjalin persahabatan dengan 6 insan pilihan. Abi, Bowo, Dhani, Garin, Iqbal, dan Wibi. Kami sudah menjalin persahabatan selama 6 tahun. Saya berharap, kesemua sahabat saya ini, bisa meraih mimpi yang diidam-idamkannya. Semoga. So, introvert bukanlah pemurung. Tetapi ia adalah sahabat yang tulus.